
KEMENTERIAN Dalam Negeri dan Keamanan Palestina menyatakan Otoritas Mesir terus menutup gerbang Rafah sejak 47 hari. Penutupan ini dilakukan secara total dan sudah 259 hari sejak awal tahun 2015 ini.
Juru bicara kementerian, Iyad Elbazam, pada Selasa (6/10/2015) malam, menyerukan Mesir segera membuka gerbang Rafah dengan segera. Hal ini untuk menyelamatkan tragedi kemanusiaan di Gaza dan memungkinkan bagi ribuan kasus kemanusiaan untuk melakukan perjalanan dan kepulangan orang-orang yang terkatung-katung di gerbang di sisi Mesir, PIC melaporkan.
Kementerian di Gaza juga menjelaskan bahwa penutupan secara terus menerus dalam dalam tempo lama akan meninggalkan tragedi kemanusiaan besar di Jalur Gaza.
Belum lagi, adanya 25 kasus kemanusiaan yang amat membutuhkan perjalanan, mulai dari para pelajar dan mahasiswa, pasien, pemegang izin tinggal di luar negeri dan mereka yang memegang pasport asing.

0 komentar:
Posting Komentar