
KONDISI Suriah kini sangat memprihatinkan. Belum hilang dari ingatan aksi brutal yang dilancarkan oleh Rezim Assad kepada rakyatnya, kini koalisi Rusia datang menyerbu Suriah dengan dalih memerangi terorisme.
Namun, hingga kini, banyak korban dari serangan itu justru anak-anak dan warga sipil. Demikian dikatakan Sekjen Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) Wisnu Teguh Tri Kuncoro.
Wisnu mengimbau kepada pemerintah Indonesia turut aktif dalam penyelesaian krisis kemanusian di Suriah ini. Pemerintah dituntut untuk berperan menghentikan penindasan yang dilakukan rezim Bashar kepada rakyatnya.
“Pemerintah diharapkan memiliki sikap tegas terkait kebrutalan rezim Assad, serta memberikan laluan dan fasilitas bagi lembaga kemamusian dari Indonesia yang ingin menyalurkan bantuan kemanusian ke Suriah,” ujar Wisnu dalam keterangan tertulisnya kepada Islampos, Rabu (7/10).
Dari sudut pandang kemanusiaan, kata Wisnu, tragedi Suriah menjadi bukti dan saksi atas hilangnya rasa kemanusiaan dari negara-negara yang ikut memperburuk kondisi kemanusiaan di Suriah.
“Hanya sekedar mempertahankan sebuah rezim, mereka lancang mengorbankan jutaan nyawa manusia,” tukas Wisnu yang baru-baru ini dilepas pimpinan DPR untuk memberikan bantuan ke pengungsi Suriah di Turki.
Di saat bersamaan, ketika ada bantuan kemanusian untuk rakyat suriah yang tertindas justru dituduh membantu teroris.
“Ditambah lagi larangan untuk ikut campur dalam konflik internal negara suriah.”

0 komentar:
Posting Komentar